Allah Membenarkan Orang Fasik

3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22. yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus. 27. Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! 28. Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29. Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30. Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. 31. Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

4:1. Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? 2. Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah. 3. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” 4. Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. 5. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. 6. Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: 7. “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; 8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Pembelaan akan Kebenaran Allah

Minggu lalu saya berusaha untuk menunjukkan bahwa masalah terdalam yang sedang dipecahkan oleh kematian Kristus adalah masalah bahwa Allah sendiri tampak tidak benar dalam hal melewatkan begitu banyak dosa yang patut dihukum. Seluruh Perjanjian Lama merupakan suatu kesaksian akan kebenaran bahwa Allah itu “panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa” (Keluaran 34:6-7).

Dan saya katakan bahwa kita sesungguhnya tidak akan pernah merasakan masalah ini sampai kita berpusat pada Allah dalam cara kita berpikir tentang dosa dan kebenaran.

Dosa (Roma 3:23) terutama bukanlah suatu kejahatan terhadap manusia. Itu adalah kejahatan terhadap Allah. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Berdosa adalah selalu menghargai sesuatu dalam dunia lebih daripada Allah. Dosa meremehkan kemuliaan-Nya. Dosa tidak menghormati nama-Nya.

Tetapi kebenaran Allah adalah komitmen-Nya untuk melakukan apa yang secara ultimat benar – yaitu, menjunjung tinggi kehormatan nama-Nya dan keberhargaan kemuliaan-Nya. Kebenaran adalah lawan dari dosa. Dosa meremehkan keberhargaan Allah dengan memilih melawan Dia; kebenaran meninggikan keberhargaan Allah dengan memilih Dia.

Karena itu ketika Allah melewatkan dosa dan membiarkan orang berdosa pergi tanpa hukuman yang adil, Ia tampak tidak benar. Ia seolah mengatakan: mencemooh keberhargaan-Ku tidaklah signifikan; meremehkan kemuliaan-Ku tidaklah penting; tidak menghormati nama-Ku bukanlah masalah. Jika itu benar, Allah tidaklah benar. Dan kita tanpa harapan.

Tetapi Allah tidak membiarkan hal itu terjadi. Ia mengajukan Anak-Nya, Yesus Kristus, agar melalui kematian Ia dapat menunjukkan bahwa Allah itu benar. Kematian Anak Allah merupakan deklarasi akan nilai yang Allah tempatkan bagi kemuliaan-Nya, dan kebencian yang Ia miliki terhadap dosa, dan kasih yang Ia miliki terhadap orang berdosa.

Pembenaran Orang fasik

Kata lain untuk melewatkan dosa yang menjadikan Allah tampak tidak benar adalah “pembenar¬an” – pembenaran orang fasik (Roma 4:5). Itulah yang ingin saya bicarakan hari ini. Bukan hanya fakta bahwa Allah melewatkan dosa-dosa yang dilakukan dahulu kala, tetapi bahwa Ia melewatkan dosa-dosa umat-Nya, yang kita lakukan kemarin dan pagi ini serta akan kita lakukan besok.

Ayat 26 mengatakan bahwa ketika Yesus mati, dua hal terjadi, bukan hanya satu. “Maksud-Nya [kematian Kristus] ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” Allah ditunjukkan sebagai benar, dan orang percaya dibenarkan.

Hari ini saya tidak ingin berfokus pada tindakan iman yang subjektif di mana kita menerima pembenaran. Saya ingin berfokus pada karya Allah yang objektif dalam membenarkan. Karena saya berpikir bahwa jika kita berfokus pada karya agung ini – pada apa yang Allah lakukan ketimbang apa yang kita lakukan – kita akan menemukan iman untuk menerima karya itu berlimpah dalam hati kita.

Marilah kita melihat kepada empat hal yang pembenaran maksudkan bagi orang-orang yang menerima karunia itu melalui percaya kepada Yesus.

1. Semua Dosa Kita Diampuni

Pertama, dibenarkan berarti semua dosa kita diampuni.

Semua Dosa – Masa Lalu, Sekarang, dan Masa Yang Akan Datang

Lihat di Roma 4:5-8 di mana Paulus sedang membongkar kebenaran tentang pembenaran dengan mengutip Perjanjian Lama.

Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. 6. Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya: 7. “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya; 8. berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Ini tepat sekali berada pada inti pembenaran. Hargai tiga frasa agung dari ayat 7-8 ini: “diampuni pelanggaran-pelanggarannya,” “ditutupi dosa-dosanya,” “manusia yang kesalahan-nya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Perhatikan bahwa Paulus tidak membatasi pengampunan hanya untuk dosa-dosa yang kita lakukan sebelum kita percaya – seolah-olah dosa-dosa masa lalu Anda diampuni tetapi masa depan Anda bisa diterkam. Tidak ada batasan seperti yang disebutkan itu. Berkat dari pembenaran adalah bahwa pelanggaran diampuni dan dosa-dosa ditutupi serta “Tuhan tidak akan memperhitungkan dosa kepada kita.” Itu dinyatakan dalam suatu cara yang sangat mutlak dan lengkap.

Karena Kristus Memikul Dosa dan Kesalahan Kita

Bagaimana ia dapat melakukan hal itu? Roma 3:24 mengatakan bahwa kita dibenarkan “karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Kata “penebusan” berarti membebaskan atau melepaskan atau melonggarkan dari suatu belenggu atau pemenjaraan. Jadi intinya adalah bahwa ketika Yesus mati bagi kita, Ia membebaskan kita dari pemenjaraan dosa-dosa kita. Ia mematahkan ikatan-ikatan kesalahan yang menempatkan kita di bawah hukuman.

Paulus mengatakan di Galatia 3:13 bahwa “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita.” Petrus mengatakan (di 1 Petrus 2:24), “Kristus telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib.” Yesaya mengatakan, “TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (53:6).

Maka pembenaran – pengampunan dosa – datang kepada kita karena Kristus telah memikul dosa kita, memikul kutukan kita, memikul kesalahan kita, sehingga membebaskan kita dari hukuman. Inilah artinya bahwa kita dibenarkan “karena penebusan dalam Kristus Yesus.” Kita dibebaskan dari hukuman dosa karena Ia memikul hukuman dosa.

Kristus Menderita Sekali Saja

Dan perhatikan ini: Ia menderita sekali saja. Ia tidak dikorbankan berulang kali dalam Perjamuan Kudus atau Misa seolah-olah korban-Nya yang pertama tidaklah memadai. Ibrani 9:26 mengatakan bahwa “Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya” (bdk. Ibrani 7:27). Dan sekali lagi dikatakan di 9:12, “Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.” Ini sangat penting sekali untuk memahami kemuliaan dari apa yang Allah telah lakukan bagi kita di kayu salib.

Apakah Anda melihat kaitan antara kematian Kristus yang satu kali saja dengan totalitas dosa-dosa Anda dengan dosa-dosa seluruh umat Allah? Itu bukan beberapa dosa, atau dosa jenis tertentu saja, atau dosa-dosa masa lalu saja, tetapi dosa-dosa dan dosa yang telah dibuang Kristus secara mutlak bagi seluruh umat-Nya.

Maka pengampunan dari pembenaran adalah pengampunan seluruh dosa kita masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Itulah yang terjadi ketika Kristus mati.

2. Diperhitungkan sebagai Benar dengan Kebenaran Pihak Lain

Dibenarkan berarti diperhitungkan sebagai benar dengan kebenaran Allah yang dikenakan pada kita, atau yang diperhitungkan sebagai kebenaran kita.

Kita bukan sekadar diampuni dan dibiarkan tanpa status di hadapan Allah. Allah bukan hanya mengesampingkan dosa kita, tetapi Ia juga memperhitungkan kita sebagai benar dan menempatkan kita dalam status benar dengan diri-Nya. Ia memberi kita kebenaran-Nya sendiri.

Kebenaran Allah Karena Iman pada Yesus

Lihat di ayat 21-22. Paulus baru saja berkata di ayat 20 bahwa tidak ada manusia yang sesungguhnya dibenarkan karena melakukan hukum Taurat. Anda tidak pernah dapat memiliki status benar di hadapan Allah atas dasar kerja keras yang legalistik. Lalu ia mengatakan (untuk menunjukkan bagaimana pembenaran diperoleh). “Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya.”

Jadi meskipun tidak seorang pun dapat dibenarkan karena melakukan hukum Taurat, ada kebenaran Allah yang dapat Anda miliki karena iman kepada Yesus Kristus. Inilah yang saya maksudkan ketika saya mengatakan dibenarkan berarti diperhitungkan benar. Kebenaran Allah diperhitungkan sebagai kebenaran kita karena iman.

Ketika Yesus mati untuk menunjukkan kebenaran Allah, seperti yang kita lihat minggu lalu dari ayat 25-26, Ia membuat kebenaran itu tersedia sebagai anugerah bagi orang berdosa. Seandainya Kristus tidak mati untuk menunjukkan bahwa Allah itu benar dalam melewatkan dosa-dosa, satu-satunya cara kebenaran Allah itu menunjukkan dirinya adalah dengan menghukum kita. Tetapi Kristus benar-benar mati. Maka sekarang kebenaran Allah bukanlah hukuman melainkan karunia kehidupan bagi semua orang yang percaya.

2 Korintus 5:21

2 Korintus 5:21 merupakan salah satu perikop yang paling mendebarkan hati tentang karunia yang luar biasa ini, yaitu kebenaran yang diimputasikan (diperhitungkan). “Dia [Kristus] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya [Allah] menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”

Kristus tidak mengenal dosa. Ia manusia yang sempurna. Ia tidak pernah berdosa. Ia hidup secara sempurna untuk kemuliaan Allah di sepanjang hidup-Nya dan dalam kematian-Nya. Ia benar. Sebaliknya, kita semua telah berdosa. Kita telah meremehkan kemuliaan Allah. Kita tidak benar.

Tetapi Allah, yang memilih kita dalam Kristus Yesus sebelum dunia dijadikan, menetapkan agar ada pertukaran yang indah sekali: Ia menjadikan Kristus dosa – bukan seorang pendosa, tetapi menjadi dosa – dosa kita, kesalahan kita, hukuman kita, keterpisahan kita dari Allah, ketidakbenaran kita. Dan Ia mengambil kebenaran Allah, yang telah Kristus bela dengan begitu mengagumkan, dan menjadikan kita memikulnya, mengenakannya dan memilikinya sebagaimana Kristus memikul dosa kita.

Maksudnya di sini bukanlah bahwa Kristus secara moral menjadi pendosa dan kita secara moral menjadi benar. Maksudnya adalah bahwa Kristus memikul dosa pihak lain dan menderita karenanya, dan kita memikul kebenaran [milik] pihak lain dan hidup karenanya.

Pembenaran Mendahului Pengudusan

Pastikan bahwa Anda melihat realitas objektif dari hal ini di luar diri kita. Ini belum realitas tentang pengudusan – proses sesungguhnya untuk menjadi benar secara moral dalam cara kita berpikir, merasa dan hidup. Itu juga merupakan suatu karunia (kita akan melihatnya dalam tiga minggu ke depan). Tetapi itu didasarkan pada yang satu ini. Sebelum seorang di antara kita dapat membuat Injil yang benar itu maju dalam hal menjadi benar sebagian, kita harus percaya bahwa kita diperhitungkan benar secara menyeluruh. Atau dengan kata lain, satu-satunya dosa yang dapat Anda atasi secara praktis dalam kuasa Allah adalah dosa yang diampuni. Karunia agung, yaitu pembenaran, mendahului dan memampukan proses pengudusan.

3. Dikasihi oleh Allah dan Diperlakukan dengan Anugerah

Dibenarkan berarti dikasihi oleh Allah dan diperlakukan dengan anugerah. Kristus Membuktikan Ukuran Kasih Allah Kepada Kita

Jika Allah tidak mengasihi Anda, tidak akan ada masalah yang perlu diselesaikan dengan kematian Anak-Nya. Kasih-Nya kepada Andalah yang menjadikan Dia melewatkan dosa Anda dan membuat Dia terlihat tidak benar. Jika Ia tidak mengasihi Anda, Ia telah memecahkan masalah dosa hanya dengan menghukum kita semua kepada kebinasaan. Itu akan membela kebenaran-Nya. Tetapi Ia tidak melakukan hal itu. Dan alasannya adalah karena Ia mengasihi Anda.

Ini digambarkan dengan sangat indah dalam Roma 5:6-8.

Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar – tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati –. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Apa yang sedang Allah buktikan dalam kematian Anak-Nya bukan hanya kebenaran tentang kebenaran-Nya, tetapi juga ukuran kasih-Nya.

Pemberian Allah yang Cuma-Cuma

Di Roma 3:24 Paulus mengatakan bahwa “oleh kasih karunia” kita telah dibenarkan “dengan cuma-cuma.” Kasih Allah kepada orang berdosa berlimpah dengan pemberian-pemberian anugerah – yaitu pemberian-pemberian yang datang dari kebaikan Allah yang berlimpah dan bukan dari perbuatan kita atau keberhargaan kita. Pengampunan dosa-dosa dan kebenaran Allah merupakan pemberian-pemberian yang cuma-cuma. Itu berarti pemberian-pemberian itu tidak membebani kita karena pemberian itu dibebankan sepenuhnya pada Kristus. Pemberian-pemberian itu tidak dapat diperoleh dengan perbuatan atau diwarisi melalui orangtua atau diserap melalui sakramen. Pemberian-pemberian itu cuma-cuma, untuk diterima dengan iman.

Roma 5:17 mengatakan demikian:

Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus

Pengampunan dosa-dosa dan kebenaran Allah merupakan pemberian-pemberian anugerah yang cuma-cuma yang mengalir dari kasih Allah.

Dibenarkan berarti diampuni, diperhitungkan sebagai benar, dan dikasihi oleh Allah.

4. Dijamin oleh Allah Selamanya

Akhirnya, dibenarkan berarti dijamin oleh Allah selamanya.

Ini merupakan berkat terunggul. Paulus memproklamasikannya di Roma 8:30, “Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.”

Jika Anda dibenarkan, Anda akan dimuliakan. Anda akan mencapai kemuliaan masa yang akan datang dan hidup selamanya dengan Allah dalam sukacita dan kekudusan. Mengapa hal ini begitu pasti?

Itu pasti karena dampak dari kematian Anak Allah adalah objektif, nyata, pasti dan tak terkalahkan bagi umat Allah. Apa yang dicapai kematian itu dicapainya untuk selamanya. Dampak darah Kristus tidak berubah-ubah – Sekarang selamat, sekarang hilang, sekarang selamat, sekarang hilang.

Inilah maksud dari ayat 32, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” – yaitu, tidakkah Ia juga akan memuliakan kita! Ya! Korban yang sama yang menjamin pembenaran kita juga menjamin pemuliaan kita.

Jika Anda dibenarkan pagi ini, Anda berada di luar tuduhan dan hukuman. Ayat 33: “Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka?” Apakah Anda memahami maksudnya: jika Allah telah membenarkan Anda melalui kematian Anak-Nya, tidak seorang pun – tidak di sorga atau di bumi atau di bawah bumi – tidak seorang jua dapat membuat satu pun tuduhan terhadap Anda. Anda akan dimuliakan.

Mengapa? Karena Anda tidak berdosa? Tidak. Karena Anda dibenarkan oleh darah Kristus.

©2014 Desiring God Foundation. Used by Permission.

Permissions: You are permitted and encouraged to reproduce and distribute this material in its entirety or in unaltered excerpts, as long as you do not charge a fee. For Internet posting, please use only unaltered excerpts (not the content in its entirety) and provide a hyperlink to this page. Any exceptions to the above must be approved by Desiring God.

Please include the following statement on any distributed copy: By John Piper. ©2014 Desiring God Foundation. Website: desiringGod.org