Semua Malaikat Datang Bersama Dia

Membaca lagi urutan peristiwa dan perkataan di hari-hari terakhir Yesus di bumi di dalam Injil Matius menggetarkan hati saya. Dua perkataan Tuhan yang berurutan telah membuat saya tertegun beberapa hari yang lalu. Kadang-kadang hal-hal yang biasa menjadi segar dan penuh kuasa bila dilihat dalam suatu hubungan yang baru.

Pada akhir Matius 25 ada perumpamaan mengenai domba dan kambing. Bayangkan, Yesus yang kelihatan seperti orang biasa, menyampaikan perumpamaan dengan kata-kata yang mengejutkan: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata…” (ayat 31-33).

Biarkan kata-kata ini meresap ke dalam hati. Pertama-tama, mari kita tetapkan siapa Anak Manusia itu. Tak perlu diragukan. Di dalam Matius 16:13 Yesus mengatakan, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” dan dalam dua ayat berikutnya Dia berkata, “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Di situlah kuncinya. Yesuslah Anak Manusia itu. Itu salah satu gelar favorit-Nya bagi Diri-Nya sendiri. Di dalam gelar inilah tersembunyi misteri kemanusiaan dan martabat surgawi-Nya, karena di dalam Daniel 7:13-14 tertulis “seorang seperti Anak Manusia” di surga yang akan menerima kerajaan kekal dari Allah.

Mari kita renungkan apa yang dikatakan Yesus mengenai Diri-Nya sendiri di dalam Matius 25:31-33:

1.“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya”. Kemuliaan ini bukan hanya seperti keindahan matahari terbenam atau Grand Canyon atau Komet Hale-Bopp atau alam semesta. Ini adalah kemuliaan Allah – seperti yang dituliskan di dalam Matius 16:27: “kemuliaan Bapa-Nya”. Bila ciptaan memiliki keindahan yang membuat kita terpana dengan air terjun, jurang pegunungan Rockie yang puncaknya bersalju dan langit malam yang penuh dengan bintang, kemuliaan dari Dia yang merancang dan menciptakan semua itu akan membuat semuanya itu tampak tidak berarti. Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan itu.

2. “Dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia.” Semuanya. Apakah Anda mengerti? Surga akan ditinggalkan kosong oleh bala tentaranya. Semua malaikat akan bersama Dia! Ini berarti kemenangan sudah pasti sehingga tak seorang pun perlu berjaga. Tidak akan ada yang mengancam surga. Semua bala tentara Allah berada di garis depan bersama dengan Anak Manusia. Yesus bisa menangani penaklukan dunia sendiri. Ia adalah Allah. Tetapi para malaikat datang untuk menunjukkan kebesaran-Nya dan menunaikan perintah-Nya. Apa perintahnya? Hanya ini: “Dia akan mengirimkan malaikat-Nya dengan nafiri yang nyaring, dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari empat penjuru dunia.” Mereka akan mengumpulkan Anda dan saya untuk menemui Anak Manusia.

3. “Maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.” Ia berada di atas takhta karena Ia seorang Raja. “Dan Raja itu akan berkata…” Yesuslah Raja alam semesta sekarang. Ia menguasai semua dan menegakkan semua. (Matius 28:18; Kolose 1:17). Tetapi saat Ia datang, kerajaan ini akan jelas bagi setiap orang di Minneapolis.

4. “Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya.” Yesus, Anak Manusia, Raja Alam Semesta, akan duduk di atas takhta-Nya, dan semua orang dan semua presiden dan pemimpin dan perdana menteri dan raja di dunia akan berkumpul dan berkata, “Yesuslah Tuhan,” demi kemuliaan Allah Bapa. Setelah mereka yang terpilih dikumpulkan, dan Sang Raja siap menghakimi, maka akan tergenapilah perkataan nabi, “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu” (Yesaya 60:3).

5. Kemudian tiba-tiba setelah perumpamaan ini, saya membaca ayat-ayat berikutnya: “Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya, ‘Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.'". Anak Manusia yang Sama. Diserahkan dan disalibkan. Pernahkah Anda memikirkan harapan dan sukacita apa yang membuat Yesus bertahan pada jam-jam yang penuh penderitaan yang mengerikan itu?

Dia sudah bangkit! Dan Dia akan datang kembali. Karena itu, “marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya” (Ibrani 13:13).

Pusatkan perhatian pada kedatangan-Nya.

Pastor John

©2014 Desiring God Foundation. Used by Permission.

Permissions: You are permitted and encouraged to reproduce and distribute this material in physical form, in its entirety or in unaltered excerpts, as long as you do not charge a fee. For posting online, please use only unaltered excerpts (not the content in its entirety) and provide a hyperlink to this page. For videos, please embed from the original source. Any exceptions to the above must be approved by Desiring God.

Please include the following statement on any distributed copy: By John Piper. ©2014 Desiring God Foundation. Website: desiringGod.org