Apa Artinya Mengasihi Tuhan dengan seluruh akal budimu?

Berikut ini adalah transkrip audio yang sudah diedit

Apa Artinya Mengasihi Tuhan dengan seluruh akal budimu?

Ada beberapa komponen untuk memiliki kasih yang intelektual kepada Tuhan:

  1. Mempersembahkan akal budi kita untuk memahami-Nya.
  2. Berpikir secara jernih dan tulus tentang Dia sehingga kita tidak mempunyai pemikiran yang salah tentang Tuhan.
  3. Tidak cepat puas dengan hanya memiliki kesadaran intelektualitas tentang atribut Tuhan, karakter-Nya dan tindakan-Nya, tetapi juga secara sengaja mempersembahkan seluruh usaha mental kita untuk melayani Tuhan dengan kasih.

Apabila seseorang tidak bergerak maju dari kesadaran intelektual akal dan pemikiran yang benar tentang Tuhan menuju kepada perasaan kasih sayang terhadap Tuhan, dia belum mengasihi Tuhan dengan akal budinya. Akal budinya belum melakukan kasih kepada Tuhan sampai akal budi tersebut melakukan apa yang dipikirkan menjadi sebuah perasaan di mana kasih dan perasaan tersebut bersatu. Dan kemudian akal budi dan hati bekerja sama secara harmonis, dan saat itulah anda mengalami mengasihi Tuhan dengan perasaan dan akal budi.

Saya lebih menyukai orang-orang yang langsung berhubungan dengan media yang melibatkan seks dan kejahatan, tetapi di dalamnya Tuhan menjadi sebuah realitas yang sangat dibutuhkan – walaupun hampir-hampir tidak pernah ada hal seperti ini – daripada media yang benar-benar bersih dari kejahatan tetapi pada saat yang sama tidak memiliki Tuhan.

Saya pikir TV, film-film dan kebanyakan media menyakitkan bagi kita karena berbagai alasan 1) dengan sikap tidak peduli dan sikap apatisnya terhadap Tuhan, dan 2) oleh keremehan dan kesia-siaannya. Jadi, bukan hanya melupakan kenyataan bahwa kita diciptakan oleh Tuhan; tetapi juga karena kesia-siaan TV dan film itu membuat jiwa kita menurun dan tidak bertumbuh sampai akhirnya pada titik bahwa kita mempunyai pemikiran yang begitu bodoh, sehingga kapasitas untuk memahami Tuhan pun berkurang. Dia tidak hanya diambil begitu saja dari gambar-Nya, bahkan kapasitas untuk menghargai sesuatu yang begitu besar seperti Tuhan pun menjadi menciut karena kebodohan yang dilakukan orang-orang dengan menonton hiburan bodoh semacam itu.

©2014 Desiring God Foundation. Used by Permission.

Permissions: You are permitted and encouraged to reproduce and distribute this material in physical form, in its entirety or in unaltered excerpts, as long as you do not charge a fee. For posting online, please use only unaltered excerpts (not the content in its entirety) and provide a hyperlink to this page. For videos, please embed from the original source. Any exceptions to the above must be approved by Desiring God.

Please include the following statement on any distributed copy: By John Piper. ©2014 Desiring God Foundation. Website: desiringGod.org